Powered By Blogger

Minggu, 21 Juli 2013

Sahur On The Road

Alhamdulillah tahun ini (2013) masih dipertemukan dengan bulan yang peuh rahmat, bulan Ramaadhan.
Tapi bulan Ramadhan kali ini. sungguh beda dari bulan-bulan Ramadhan yang biasanya. Karena pada tahun ini aku merayakannya tidak bersam dengan keluarga, melainkan dengan keluarga baruku di tempat perantauanku ini. Yups di kota Semarang tepatnya. Kota yang dikenal dengan kota Atlas ini menyimpan banyak cerita selama kurang lebih 2 tahun saya tinggal..

Bulan peuh berkah tanpa berbagi rasanya kurang afdol jika tidak dilaksanakan. Untungnya pada tahun ini saya berkumpul bersam mereka, bersama mereka aku belajar yang tak biasa. Mengenal alam, mengenal dan beranjak menjadi seorang pemimpin, belajar mengenal antar sesama untuk mejadi pribadi yang lebih peka terhadap sesama.

Aku dan teman-teman KeSEMaT mengadakan sahur on the road di sekitar kawasan Tembalang-Banyumanik, Semarang. Acara yang dipersiakan dari beberapa hari sebelum hari H ini memang didesain untuk membantu dan berbagi kepada sesama sebagai rasa ucapan syukur kepada Illahi yang telah memebrikan nikmat dan karuniaNya kepada UKK tercinta dan kepada hidup kami masing-masing. Disinilah kami mulai berbagi..

Acara ini dimulai dengan mengumpulkan dana swadaya dari masing-masing yang nantinya kami tukarkan dengan nasi bungkus dan air mineral. Orang-orang yang menjadi target kami adalah orang-orang miskin, satpam, pemulung,  sopir, dan gelandangan..

Awalnya kami tampak kesulitan menemukan target tersebut. Alhamdulillah Allah memberikan kemudahan kepadda kami semua sehingga kami dapat menyelesaikannya sebelum jam 03.30 .. Sebelumnya saya agak canggung memberikan nasi bungkus tersebut kepada seorang kakek yang sedang melintas di sebuah jalan. Saat saya dekati, beliau malah menghindar dan pergi, saya pun mengejar. Namun kakek tersebut bersikukuh untuk pergi meninggalkan saya. Kemudian kami melanjutkan perjalanan..
Sesampainya disebuah kompleks perumahan di daerah Banyumanik, kami menemukan seorang Ibu yang sedang memungut sampah. Kemudian aku segera menghampirinya dan memberikannya sebuah nasi bungkus dan air mineral. Kemudian ibu tersebut membalasnya dengan ucapan terima kasih dan senyum kepada kami. Subhanaullah . begitu berartinya sebuah nasi bungkus dan air mineral tersebut bagi si ibu..

Inikah nikmat berbagi ya Allah.. semoga akan ada kesempatan lagi untuk saya berbagi kepada yang membutuhkan seperti apa yang selalu Ayah saya katakan kepadaku. "Jika kamu sukses jangan lupa untuk berbagi kepada orang yang membutuhkan. "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar