Mungkin kalimat itulah yang tepat
untuk mewakili perjalananku bersama kedua sahabatku kali ini.. Sebelumnya ,
akan saya kenalkan kedua sahabatku yang sejak TK kami dipertemukan untuk
bersama J..
ini sahabatku, namanya Erna dan Alin..
Liburan semester ke 3 kali ini, aku
dan kedua sahabatku pergi ke Jakarta. Spot yang
akan kami kunjungi diantaranya: 1) Planetarium Jakarta; 2) MONAS
(Monumen Nasional); dan yang terakhir 3) Masjid Istiqlal..
Perjalanan dimulai dengan berkumpul
dirumah Alin di daerah Harapan Jaya,
kemudian kami melanjutkan perjalanan ke stasiun Kranji dengan menggunakan
kendaraan umum seharga Rp 2.000 . Setibanya kami di stasiun Kranji, kami
bertiga langsung membeli tiket dengan jurusan Kota seharga Rp 8.500 .. Pukul
12.10, kereta akan berangkat menuju Jakarta. Kami pun menunggu sekitar 10 menit
dari pukul 12.00 tepat.
Ketika jam menunjukkan 12.10,
kereta tiba dan kami langsung masuk kedalam gerbong kereta. Spot pertama yang
pertama kali akan dikunjungi adalah Planetarium Jakarta, yang berada di derah
Cikini. Waktu tempuh yang dibutuhkan dari Bekasi-Cikini membutuhkan waktu
sekitar 1 jam perjalanan. Karena liburan kali ini adalah Edisi Backpaker, setibanya di stasiun Cikini,
kami melangkahkan kaki melanjutkan perjalanan menuju Planetarium Jakarta, dengan
bermodalkan Map Jakarta dan
bertanya-tanya kepada security, akhirnya
kami pun tiba di Planetarium Jakarta.
Bukan liburan edukatif namanya,
jika liburan yang dituju bukan ke tempat dengan penuh ilmu dan wawasan luas,
disinilah kami bertiga berdiri “Planetarium Jakarta”. Planetarium Jakarta
merupakan tempat simulator dan pusat observasi antariksa yang diresmikan oleh
Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1968, dengan gagasan dari Bung Karno.
Pengunjung yang ada pada hari itu, tidak
hanya ada kami bertiga, melainkan terdapat siswa-siswi dari SMP 5 Sukabumi yang
sedang mengunjungi beberapa objek wisata yang ada di kawasan Jakarta. Planetarium
sendiri, memiliki kubah dengan ukuran raksasa. Disana kami digiring masuk ke
dalam studio yang berada dilantai 2. Karena jumlah penonton yang sangat banyak
pada saat itu yang berasal dari siswa-siswi Sukabumi, maka kami tidak kebagian
tempat duduk, sehingga kami duduk di karpet.
Ketika lampu di dalam ruangan perlahan
dimatikan, seketika ruangan terlihat sangat
gelap dan berubah menjadi amat mencekam. Anak-anak pun berteriak ketakutan
histeris, karena tidak hanya siswa dari Sukabumi saja, melainkan terdapat siswa
SD pada saat itu. Karena kami bertiga tidak kedapatan kursi, maka saat menonton
kami pun mengambil posisi duduk selonjoran kaki ataupun tiduran (yang penting enjoy) dan kami harus menatap ke atas
kubah yang berbentuk setengah lingkaran. Seketika datang suara operator yang
datang dan menjelaskan kepada kami semua mengenai matahari yang merupakan pusat
energy bumi, berbagai macam plaet yang ada di muka bumi, berbagai macam perbintangan,
meteor, perputaran bumi, dan suasana ketika berada di luar angkasa. KAMI DIAJAK
MERASAKAN HIDUP DI LUAR ANGKASA!
Melihat bintang-bintang yang
berkerlap-kerlip, rasanya ingin sekali kupetik bintang yang paling indah dan
sinarnya akan tetap menyalah. Lalu kubawa pulang, untuk ku simpan di dalam
kosan, atau ingin sekali ku bisikkan kepada seseorang yang paling berharga pada
saat itu dengan kalimat romantic seperti ini, “hei kamu liat gak bintang yang
paling terang sinarnya dan paling indah diantara bintang-bintang lainnya?”tanyaku.
“engga, emang kenapa ?”, jawab dia. “buatku itu kamu, yang berusaha bersinar
dan terangi duniaku. Asal kamu tau, jika bintang itu bisa kupetik, itu hanyalah
buat kamu” jawabku.. (beuhhh keleper-keleper bisa tuhh si doii) :D
Bersama bintang-bintang, seperti
ada kedamaian yang lain. Terasa bisu dan mendamaikan, seperti laut. Tapi ini
beda! Dan aku suka keduanya ..
Belum puas dengan melancong ke
Planetarium, kami pun bergegas melanjutkan perjalanan menuju ikonnya Jakarta,
apalagi kalo bukan MONAS (Monumen Nasional). Perjalanan kami tempuh dengan
menggunakan alat transportasi jaman dulu, hayoo tebak apa?? Apalagi kalo bukan “BAJAJ”. Ini adalah moment kali pertama saya mengendarai
bajaj. Suaranya yang meraung-raung “engggg geng geng geneg ggenegg” dengan asap
mengepul mejadi panorama aktivitas Jakarta, selain dikenal dengan sebutan kotanya
Metropolitan.
MONAS mulai dibangun pada tanggal
17 Agustus 1961 dibawah intruksi Presiden Sukarno, MONAS dibuka untuk umum pada
tanggal 12 Juli 1975. Tugu ini memiliki tinggi 132 m, terdapat lidah api yang
dilapisi dengan emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Disini
juga terdapat taman, relief timbul bergambar Gajah Mada dan sejarah kerajaan
Majapahit. Monument ini terletak di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta
Pusat. Namun,
sayang… sesampainya kami di monas, ternyata MONAS tutup karena setibanya kami
disana, sudah menjelang sore dan magrib pun berkumandang. Kami pun istirahat
sejenak di taman MONAS, sebelum melanjutkan kembali perjalanan kami menuju
Masjid Istiqlal. Dalam perjalanan ke Masjid Istiqlal, kami melewati sudut
wilayah yang disana terdapat berbagai macam kedai-kedai makanan yang berasal
dari berbagai macam Negara, seperti Italia, China,
Belanda .. hmmm (jadi inget
kota tua)
Setibanya di halaman Masjid
Istiqlal, kaki kami pun mulai terlihat pengkor dan jalan terseok-seok.. namun,
terdapat kebanggaan tersendiri menjelajahi ibukota seperti ini. Masjid Istiqlal
merupakan masjid terbesar masyarakat Indonesia, dan merupakan masjid terbesar
se-Asia Tenggara. Masjid ini berada di pusat ibukota Jakarta. Pembagunan msjid
ini diprakarsai oleh Presiden RI saat itu, Ir. Soekarno. . Oiya,, nama arsitek Masjid
Istiqlal ini adalah Frederich Silaban, seorang Kristen Protestan. Di seberang
timur masjid ini berdiri Gereja Katedral Jakarta. Dari sinilah tercermin
toleransi dalam beragama .. yuk hargai,
hormati, dan sayangi meski berbeda agama :)
Mampu membasuh muka, mengambil air
wudhu dan dilanjutkan dengan solat di Masjid Istiqlal sudah pasti memiliki nilai
kepuasaan secara rohaniah tersendiri. Selesainya beribadah, kami pun
beristirahat sejenak menikmati panorama wajah ibukota dimalam hari. Menatap MONAS
yang menyala-nyala, menyaksikan kebesaran Allah SWT dengan keagungan Majid
Istiqlal dan malamnya yang terasa makin dingin dan mencekam yang kian menelusuk
kulit tubuh kami.
Berjalan kesana-kemari, kami
terlihat kikuk saat berusaha keluar dari Masjid Istiqlal. Untung ada bapak
security yang baik hatinya dan mau menjelaskan kepada kami bagaimana dan kemana
arah yang harus kami tempuh untuk mencapai Bekasi. Ingat satu hal jik berada di
ibukota yang satu ini, “jangan pernah bertanya alamat, selain kepada security
ataupun polisi”..
Berjalan.. jalan.. dan terus
berjalan… sambil merasakan sorotan mobil-mobil mewah berlalu-lalang sepulang
kerja dan polusi yang makin meracuni kami.. dan akhirnya kami menemukan stasiun
Juanda. Perut kami yang sudah keroncongan saat itu, mau tidak mau harus kami handle demi sampainya kami di Bekasi
sebelum larut malam.
Lalu, setibanya kami di stasiun,
kami langsung membeli tiket. Di papan pengumuman terlihat “BERANGKAT 19.35”..
Kemudian aku menatap jam “19.40!!!!”
“Waaaaaaawwwww… bapak kereta ke
Bekasi udah jalan belum pak? Tanya kami.“Belum neng, ini keretanya mau
berangkat” jawab bapak penjual tiket. Langsung kami berlarian tanpa
memperdulikan sakitnya kaki dan laparnya perut ini..
Gerbong-gernong sudah rapi
berbaris, kereta pun menandakan siap untuk berangkat. Alin yang berada di depan
langsung masuk kedalam gerbong, disusul dengan aku yang hamper terjepit pintu
kereta, dan terakhir erna .. “HUAAAAHHHHHHH”nafas kami tak tentu. Pas masuk ke
gerbong, kami bertiga langsung heboh seheboh-hebohnya anak remaja yang lagi
kejar-kejaran.. lelah dengan adegan tadi, kami bertiga susuk dikursi dan
merebahkan tubuh sesaat.
“Gilaaaa, ini perjalanan gila!!!”
kataku. “hahahaa iya sit, ini gila banget sumpah!” jawab erna. “iyaa.. ya ampun
untung kita masih sempet yaa” tambah alin.
Kemudian
kami beristirahat sejenak, sambil melihat foto-foto ketika berada di lokasi.
Akhirnya pukul 20.30 kami tiba di
stasiun Bekasi. Sesampainya di Bekasi, kami langsung mencari tempat makan, hmmm
bakso adalah makanan malam kita. Untung masih ada baksonya :D hehehee … lalu
kami melanjutkan perjalanan kerumah alin dan aku juga erna bergegas untuk
pulang kerumah masing-masing.
Visited spectacular yesterday .. we
got a wide range of experiences! Science, courage, togetherness is what we
expected! Right?
Thank
you so much my bestfriend are willing to explor this capital city .. I'm very
happy. Next time we are travel again huh?? ^ ^