Powered By Blogger

Kamis, 20 Maret 2014

Cerita semester 5




Semester 5.. yayayayya... titik awal dimana aku harus kembali berjuang untuk bisa memperbaiki nilai akademikku yang di awal-awal masuk kuliah yang dirasa minim. 
 
Mengingat cerita yang sudah-sudah, aku penasaran bagaimana sih rasanya mendapatkan nilai cumlaude?????!!!! Bisa gak yah aku dapat predikat cumlaude ????

Ini semua berawal dari sharing-sharing bersama sahabatku yang selama ini saat kuliah selalu mendapatkan nilai streak predikat “cumlaude”!!

Ooh God, how do you will get it? 

Dari sinilah rasa kepercayaan dan kemampuanku kembali dipupuk oleh sahabatku Erna :)
Mungkin jika bukan dia yang menjadi pencerah, entahlah apakah akan berubah menjadi semakin membaik atau sebaliknya. 

Hari-hari di awal semester 5 ku selalu ku coba awali dengan penuh semangat yang berkobar-kobar. Saat ini, aku mendapatkan kesempatan untuk mengambil 24 SKS. Namun, karena kecerobohan di awal-awal perkuliahan, akhirnya aku mengorbankan salah satu mata kuliah di semester 5 untuk di cancel dan menggantinya dengan 3 mata kuliah yang mendapatkan nilai C, C, D (zonkk) :(

Dengan tekad kuat, sekeras batu karang di lautan (lebayy), aku makin bersemangat untuk mengubah keterpurukanku di awal semester. 

Aku mengambil mata kuliah matematika, dasar-dasar geologi, dan oseanografi fisika. Disini aku merasakan ada rasa yang mengganjal. Sudah pasti mengganjal, karena jika kita mengikuti kelas perbaikan, bisa jadi kita sendirian kuliahnya dari seangkatan yang jumlahnya 100an orang.
 
Alhamdulillah, hasil yang didapatkan sangat baik. Nilai yang semula CCD, kini menjadi ABB. Syukur alhamdulillah nilainya membaik dan tanggunganku menjadi berkurang  dan aku tau bagaimana rasanya mendapatkan IP cumlaude :)

Kerinduan



Mungkin ini adalah saat-saat sulit buatku menerima, jika aku harus diam disini tanpa mengetahui kabarmu. 

Kucoba mengabari kabarku dan menanyakan kabarmu, namun tak kau jawab tanyaku!

Dengarlah aku, aku memanggilmu.. lihatlah aku, ku membutuhkanmu..

Dibalik tubuh tinggi, besar ini mungkin aku terlihat kuat dan tegar. Tapi, bukankah tampilan luar belum tentu menggambarkan keadaan yang baik untuk dirinya..

Ku butuh dirimu, ku inginkanmu, ku ingin bersamamu.. membagi setiap cerita dalam perjalanan hidupku, menilai diriku, menjadi sahabat yang membagi pundakmu untukku dan membagi pundakku untukmu..

Dengarlah aku, aku memanggilmu.. lihatlah aku, ku membutuhkanmu..

Dalam setiap doa yang kupanjatkan, tak sedikit pun tak pernah kusebut namamu..

Keutuhan ini, kebahagiaan ini, dan segala bentuk perjuangan yang telah kau lakukan untukku, untuk masa depanku, menyimpan asa tuk mengetahui kabarmu..lebih dari yang kau tau..

Luangkanlah waktu untukku, wahai ibuku..Aku merindukan belai kasihmu, wahai ibuku..

Tak sedikit pun aku tak memanggilmu dalam nafasku..Ketika kau jauh, aku tak punya siapa-siapa lagi disini..

Hanya Tuhan yang terus menjagaku..Ibu, sulitku kini berbicara denganmu..Ruang dan waktu telah memisahkan kita..

Wahai Ibuku, bagaimana pun keadaanmu saat ini, yang ku tau aku merindukanmu. Yang ku inginkan darimu adalah sehat tubuhmu, bahagia hidupmu, tentram jiwamu.. doaku selalu bersamamu, wahai ibuku..