Powered By Blogger

Rabu, 11 April 2012

EVALUASI

Cerita ini berawal dari kegiatan dan evaluasi..
yaa saya menyadari kesalahan yang saya lakukan.. aku tuh mau mengklarifikasi tapi gimana ?
toh sikonnya kemarin aku da ada di lokasi..

yaa saya terima evaluasi kalian..
dan saya juga menginginkan kalian tau yang sebenarnya..
1. NYOLOT
berawal dari pencairan dana yang belum cair-cair.. tapi tetep semangat buat ngejalaninnya sebelum kegiatan terjadi. okeeh aku sadar, aku emang lama mencairkannya,, tapi sabar bisa kali.. bisa-bisanya dia mengevaluasi aku nananininininunnuuu.. fine toh koe bisa legowo toh??

kamu tuh nilai aku tuh akehh,, tapi kamu ga menilai kamu. nyolot deh aku jadinya..
ga liat sikon juga sih nih anak, tiap waktu mengevaluasi terus . bukannya gamau nerima tapi semua itu butuh proses!

pelimpahan tugas juga jadi masalah! harusnya yang ngelimpahin komunikasi ke orang yang dapat limpahan. bukan ke orang penghubung aja.. dan kita emang kerja tim so, semua bahu membahu untuk bantuin tugas.. kan aku juga masi baru, belum tau mekanisme pencairan dana.. kalo proposal bisa dititip sih aku mau.. (asumsiku proposal dana ga bisa dititip).. akhirnya tugas itu dipegang orang lain dan dia juga lebih tau mekanismenya akhirnya bisa dicairin dehhh.

2. GA SOPAN SAMA SENIOR
suka banget kayakya "itu orang GILA HORMAT" . yaaa saya tau kamu lebih tua (1 tingkat diatas saya tapi umur sama).. tapi hormati juga kali junior. ga nyangka ternyata dia GILA HORMAT..
aku juga tau, aku berada diwilayah bukan tempat aku dari kecil. aku juga belajar menyesuaikan. aku selalu mengawali pembicaraan dengan menggunakan "AKU, KAMU, DIA" .. tapi kalo yang dihadapinya orang yang satu daerah dan dia lebih suka menggunakan "LOE, GUE" kenapa situ yang sewot??
toh aku juga belajar menyesuaikan diri,, saya mencoba memposisikan diri sebagai junior yang hormat sama seniornya dan pribadi yang coba meyesuaikan untuk melebur kedalam suasana obrolan..

SALAH??
ok,, kalo gitu..

tapi kamu inget diri dong,, ga merasa apa dirimu "terlihat diktator"
haaaaahhhhhhh!!!....


3. RATU??
siapa juga yang ngerasa bahwa saya adalah ratu! saya merasa diri saya adalah manusia yang biasa-biasa saja..
kemarin tuhhh.. pas acara bakar2 aku kelelahan dan saya lagi ngedrop. makanya aku tidur lebih cepat dari yang lain dan sudah menjadi tradisi "jikalau 5L tak bersemangat BISA DIPASTIKAN aku akan mandi agar terlihat lebih segar".. karena air itu juga berguna sebagai terapi agar tubuh lebih terlihat segar dan fresh..

SALAH emang kalo saya mandi??
tohh kemarin aku juga lagi dp jadi lebih dominan ke wc.. aku juga gatau kalo kalian ternyata ga mandi. dan saya malah mandi. dan itu membuat kalian menunggu . jujur saya pun tak enak kepada kalian..
dan akhirnya kamu menyebut saya RATU. dan saya benci mendengarnya...

4. MAUKAH "DIA" BERTEMAN DENGAN SAYA??
itu terserah kalian apakah mau berteman dengan saya apa ga.. tapi saya sejujurnya lebih berharap aku menjadi bagian dari diri kalian.. tapi kenapa kalian belum membuka hati kalian buat akuu??

kamu ga tauu betapa kesepiannya aku hidup selama di semarang.. saya juga butuh kehidupan (hidup bersama keluarga) yang kalian selalu ucapkan "keluarga baru".. tapi nyatanya apaaaaa???

aku uudaah terlanjur jatuh cinta berada "disini" sebelum saya menginjakan kaki dikota ini.. apakah aku harus melepaskannya.... cepat atau lambat??
jujur hati tak ingin..



MOTIVASI DARI SEBUAH KESEDIHAN

KESEDIHAN adalah suasana hati yang sangat ingin kita jauhi, sebisa mungkin dalam menjalani kehidupan kita mengusir jauh-jauh yang namanya kesedihan.

Namun, jika kita mau memandang suatu kesedihan dari sisi lain, kita akan menemukan sebuah manfaat.

Kesedihan juga mengandung energi-energi positif yang dapat menimbulkan kebahagian jika kita dapat mengelolanya dengan benar.

Pada umumnya kesedihan menutup minat kita terhadap hiburan dan kesenangan, membuat perhatian kita terpusat pada apa yang telah hilang. Yang pada dasarnya perlakuan seperti itu sebenarnya merupakan penghimpunan energi kita agar kita dapat memulai langkah-langkah baru. Artinya kesedihan memaksa kita untuk berhenti dari kepenatan duniawi dan membuat perhatian kita terfokus terhadap kehilangan tersebut, merenungkan hikmahnya, dan pada akhirnya membuat penyesuaian-penyesuaian psikologis serta menyusun rencana-rencana baru yang akan memungkinkan hidup kita terus berjalan.

Berduka itu bermanfaat tetapi depresi yang berkelanjutan adalah sia-sia.

Insyaallah tegar

Hemmhhh…
Ga nyangka sekarang gue udah masuk di semester 2.  Tapi gue belum merasakan perubahan yang berarti dalam hidup gue semenjak gue semester  1.

Teman ..
Bagi gue adalah sesuatu yang langka yang belum bisa gue dapatin. Ibarat BBM , minyak tuhh langka dan mahal harganya.

Semenjak gue mengenal apa itu arti persahabatan, gue selalu berusaha menjadi sesosok manusia yang bukanlah seorang pemilih. Melainkan menjadi sesosok manusia yang berusaha “welcome” terhadap semua orang.

Kalo kalian nilai gue itu sombong, sebenernya itu salah.. w memang terlihat agak angkuh. Tapi itu kesan pertama, tapi coba kalian bisa mengenal gue lebih jauh..pasti itu semua akan beda!! Beda! Keliatannya ga perduli tapi gue tuh memperhatikan dari jauh..

Muka gue emang gini dan udah dari lahir gue tercipta seperti ini !!

Kebanyakan dari mereka menilai bahwa gue tuh begitu begini.. dan kalian selalu mengasumsikan bahwa saya adalah seperti itu.
Hampir setiap hari gue mendengar ejekan dan kelakuan kalian yang mojokin gue secara terang-terangan.. mungkin akan setiap hari gue akan menangis. Tapi ketika gue terjatuh gue juga inget pesan dari bokap gue yang selalu mensupport gue.. gue harus tegar, optimis..

Selama liburan gue menyempatkan diri untuk bertanya kepada beberapa orang yang mengenal gue, gue pasti menanyakan “apakah gue egois sama loe??”
Mereka menjawab, “gak akhh.. biasa aja kok”

Mau gak mau gue menerima perlakuan dari mereka..
Seandainya keluarga gue tahu yang sebenarnya yang gue alami selama gue di semarang.. mungkin kalian akan menangis..

Gue selalu berharap dan berdoa..
Tuhan jangan biarkan aku melangkah seorang diri..
Tuhan peluk aku..

Gue yakin pasti gue bisa ngejalanin hidup disini. Karena gue masi ingat bahwa disini adalah pilihan hidup gue.. gue disini mau berteman dengan banyak orang dari berbagai daerah, belajar hidup mandiri dan berfikir dewasa..

Hidup itu ada 2 pilihan:
1.    Jadi emas
ATAU
2.    Jadi sampah

Dan gue selalu berusaha untuk menjadi emas.. gue ingin menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang-orang sekitar gue..