Powered By Blogger

Kamis, 21 Februari 2013

Because I am still young. I need the explore to the world to experiences




Mungkin kalimat itulah yang tepat untuk mewakili perjalananku bersama kedua sahabatku kali ini.. Sebelumnya , akan saya kenalkan kedua sahabatku yang sejak TK kami dipertemukan untuk bersama J.. ini sahabatku, namanya Erna dan Alin..





Liburan semester ke 3 kali ini, aku dan kedua sahabatku pergi ke Jakarta. Spot yang  akan kami kunjungi diantaranya: 1) Planetarium Jakarta; 2) MONAS (Monumen Nasional); dan yang terakhir 3) Masjid Istiqlal..

Perjalanan dimulai dengan berkumpul dirumah Alin di daerah  Harapan Jaya, kemudian kami melanjutkan perjalanan ke stasiun Kranji dengan menggunakan kendaraan umum seharga Rp 2.000 . Setibanya kami di stasiun Kranji, kami bertiga langsung membeli tiket dengan jurusan Kota seharga Rp 8.500 .. Pukul 12.10, kereta akan berangkat menuju Jakarta. Kami pun menunggu sekitar 10 menit dari pukul 12.00 tepat.

Ketika jam menunjukkan 12.10, kereta tiba dan kami langsung masuk kedalam gerbong kereta. Spot pertama yang pertama kali akan dikunjungi adalah Planetarium Jakarta, yang berada di derah Cikini. Waktu tempuh yang dibutuhkan dari Bekasi-Cikini membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Karena liburan kali ini adalah Edisi Backpaker, setibanya di stasiun Cikini, kami melangkahkan kaki melanjutkan perjalanan menuju Planetarium Jakarta, dengan bermodalkan Map Jakarta dan bertanya-tanya kepada security, akhirnya kami pun tiba di Planetarium Jakarta.

Bukan liburan edukatif namanya, jika liburan yang dituju bukan ke tempat dengan penuh ilmu dan wawasan luas, disinilah kami bertiga berdiri “Planetarium Jakarta”. Planetarium Jakarta merupakan tempat simulator dan pusat observasi antariksa yang diresmikan oleh Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1968, dengan gagasan dari Bung Karno.

Pengunjung yang ada pada hari itu, tidak hanya ada kami bertiga, melainkan terdapat siswa-siswi dari SMP 5 Sukabumi yang sedang mengunjungi beberapa objek wisata yang ada di kawasan Jakarta. Planetarium sendiri, memiliki kubah dengan ukuran raksasa. Disana kami digiring masuk ke dalam studio yang berada dilantai 2. Karena jumlah penonton yang sangat banyak pada saat itu yang berasal dari siswa-siswi Sukabumi, maka kami tidak kebagian tempat duduk, sehingga kami duduk di karpet.

Ketika lampu di dalam ruangan perlahan dimatikan, seketika ruangan terlihat  sangat gelap dan berubah menjadi amat mencekam. Anak-anak pun berteriak ketakutan histeris, karena tidak hanya siswa dari Sukabumi saja, melainkan terdapat siswa SD pada saat itu. Karena kami bertiga tidak kedapatan kursi, maka saat menonton kami pun mengambil posisi duduk selonjoran kaki ataupun tiduran (yang penting enjoy) dan kami harus menatap ke atas kubah yang berbentuk setengah lingkaran. Seketika datang suara operator yang datang dan menjelaskan kepada kami semua mengenai matahari yang merupakan pusat energy bumi, berbagai macam plaet yang ada di muka bumi, berbagai macam perbintangan, meteor, perputaran bumi, dan suasana ketika berada di luar angkasa. KAMI DIAJAK MERASAKAN HIDUP DI LUAR ANGKASA!




Melihat bintang-bintang yang berkerlap-kerlip, rasanya ingin sekali kupetik bintang yang paling indah dan sinarnya akan tetap menyalah. Lalu kubawa pulang, untuk ku simpan di dalam kosan, atau ingin sekali ku bisikkan kepada seseorang yang paling berharga pada saat itu dengan kalimat romantic seperti ini, “hei kamu liat gak bintang yang paling terang sinarnya dan paling indah diantara bintang-bintang lainnya?”tanyaku. “engga, emang kenapa ?”, jawab dia. “buatku itu kamu, yang berusaha bersinar dan terangi duniaku. Asal kamu tau, jika bintang itu bisa kupetik, itu hanyalah buat kamu” jawabku.. (beuhhh keleper-keleper bisa tuhh si doii) :D

Bersama bintang-bintang, seperti ada kedamaian yang lain. Terasa bisu dan mendamaikan, seperti laut. Tapi ini beda! Dan aku suka keduanya ..

Belum puas dengan melancong ke Planetarium, kami pun bergegas melanjutkan perjalanan menuju ikonnya Jakarta, apalagi kalo bukan MONAS (Monumen Nasional). Perjalanan kami tempuh dengan menggunakan alat transportasi jaman dulu, hayoo tebak apa??  Apalagi kalo bukan “BAJAJ”. Ini adalah moment kali pertama saya mengendarai bajaj. Suaranya yang meraung-raung “engggg geng geng geneg ggenegg” dengan asap mengepul mejadi panorama aktivitas Jakarta, selain dikenal dengan sebutan kotanya Metropolitan.

MONAS mulai dibangun pada tanggal 17 Agustus 1961 dibawah intruksi Presiden Sukarno, MONAS dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975. Tugu ini memiliki tinggi 132 m, terdapat lidah api yang dilapisi dengan emas yang melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala. Disini juga terdapat taman, relief timbul bergambar Gajah Mada dan sejarah kerajaan Majapahit. Monument ini terletak di tengah Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat. Namun, sayang… sesampainya kami di monas, ternyata MONAS tutup karena setibanya kami disana, sudah menjelang sore dan magrib pun berkumandang. Kami pun istirahat sejenak di taman MONAS, sebelum melanjutkan kembali perjalanan kami menuju Masjid Istiqlal. Dalam perjalanan ke Masjid Istiqlal, kami melewati sudut wilayah yang disana terdapat berbagai macam kedai-kedai makanan yang berasal dari berbagai macam Negara, seperti Italia, China, 
Belanda .. hmmm (jadi inget kota tua)





Setibanya di halaman Masjid Istiqlal, kaki kami pun mulai terlihat pengkor dan jalan terseok-seok.. namun, terdapat kebanggaan tersendiri menjelajahi ibukota seperti ini. Masjid Istiqlal merupakan masjid terbesar masyarakat Indonesia, dan merupakan masjid terbesar se-Asia Tenggara. Masjid ini berada di pusat ibukota Jakarta. Pembagunan msjid ini diprakarsai oleh Presiden RI saat itu, Ir. Soekarno. . Oiya,, nama arsitek Masjid Istiqlal ini adalah Frederich Silaban, seorang Kristen Protestan. Di seberang timur masjid ini berdiri Gereja Katedral Jakarta. Dari sinilah tercermin toleransi dalam beragama .. yuk hargai, hormati, dan sayangi meski berbeda agama :)

Mampu membasuh muka, mengambil air wudhu dan dilanjutkan dengan solat di Masjid Istiqlal sudah pasti memiliki nilai kepuasaan secara rohaniah tersendiri. Selesainya beribadah, kami pun beristirahat sejenak menikmati panorama wajah ibukota dimalam hari. Menatap MONAS yang menyala-nyala, menyaksikan kebesaran Allah SWT dengan keagungan Majid Istiqlal dan malamnya yang terasa makin dingin dan mencekam yang kian menelusuk kulit tubuh kami.

Berjalan kesana-kemari, kami terlihat kikuk saat berusaha keluar dari Masjid Istiqlal. Untung ada bapak security yang baik hatinya dan mau menjelaskan kepada kami bagaimana dan kemana arah yang harus kami tempuh untuk mencapai Bekasi. Ingat satu hal jik berada di ibukota yang satu ini, “jangan pernah bertanya alamat, selain kepada security ataupun polisi”..

Berjalan.. jalan.. dan terus berjalan… sambil merasakan sorotan mobil-mobil mewah berlalu-lalang sepulang kerja dan polusi yang makin meracuni kami.. dan akhirnya kami menemukan stasiun Juanda. Perut kami yang sudah keroncongan saat itu, mau tidak mau harus kami handle demi sampainya kami di Bekasi sebelum larut malam.

Lalu, setibanya kami di stasiun, kami langsung membeli tiket. Di papan pengumuman terlihat “BERANGKAT 19.35”.. Kemudian aku menatap jam “19.40!!!!”

“Waaaaaaawwwww… bapak kereta ke Bekasi udah jalan belum pak? Tanya kami.“Belum neng, ini keretanya mau berangkat” jawab bapak penjual tiket. Langsung kami berlarian tanpa memperdulikan sakitnya kaki dan laparnya perut ini..

Gerbong-gernong sudah rapi berbaris, kereta pun menandakan siap untuk berangkat. Alin yang berada di depan langsung masuk kedalam gerbong, disusul dengan aku yang hamper terjepit pintu kereta, dan terakhir erna .. “HUAAAAHHHHHHH”nafas kami tak tentu. Pas masuk ke gerbong, kami bertiga langsung heboh seheboh-hebohnya anak remaja yang lagi kejar-kejaran.. lelah dengan adegan tadi, kami bertiga susuk dikursi dan merebahkan tubuh sesaat.

“Gilaaaa, ini perjalanan gila!!!” kataku. “hahahaa iya sit, ini gila banget sumpah!” jawab erna. “iyaa.. ya ampun untung kita masih sempet yaa” tambah alin.
Kemudian kami beristirahat sejenak, sambil melihat foto-foto ketika berada di lokasi.
         
         Akhirnya pukul 20.30 kami tiba di stasiun Bekasi. Sesampainya di Bekasi, kami langsung mencari tempat makan, hmmm bakso adalah makanan malam kita. Untung masih ada baksonya :D hehehee … lalu kami melanjutkan perjalanan kerumah alin dan aku juga erna bergegas untuk pulang kerumah masing-masing.
            
             Visited spectacular yesterday .. we got a wide range of experiences! Science, courage, togetherness is what we expected! Right?
Thank you so much my bestfriend are willing to explor this capital city .. I'm very happy. Next time we are travel again huh?? ^ ^









Tidak ada komentar:

Posting Komentar