Powered By Blogger

Rabu, 12 September 2012

Ketika Hati Membawa Kita Pada Sebuah Perjalanan


Semakin aku berjalan, semakin aku berusaha untuk membuka mata ini akan dunia yang begitu nyata.

Pada perjalanan kali ini, saya sedang mengikuti sebuah kegiatan Mangrove Training 2012 yang diselenggarakan oleh sebuah organisasi kemahasiswaan di bawah naungan Ilmu Kelautan UNDIP.

Dalam perjalanannya saya jadi memahami, ternyata sebuah kebaikan akan berjalan dengan mudah jika kita melakukannya dengan ikhlas tanpa pamrih. Belajar mengenal alam, bukan alam yang harus mengikuti alur yang kita inginkan.

Perjalanan yang kami tempuh dari Tembalang ke Mangunharjo selama kurang lebih 1 jam dengan mengendarai motor tidak menyurutkan semangat kami sebagai para peserta untuk mengenal alam lebih dekat.

Aktivitas yang terpantau dari lokasi tersebut, didominasi oleh aktivitas nelayan yang telah melaut. Hasil tangkapannya pun dipersiapkan sebegitu matang untuk di distribusikan ke pasar-pasar tradisional. Ada juga para pemuda-pemudi yang sedang asik memandangi mentari pagi, memancing, dan berjalan santai.



Untuk mencapai ke titik sebuah lokasi, kami harus menempuh jalan-jalan yang becek dan berlumpur. Faktanya inilah yang terjadi, yang “paling mengerikan” ketika saya dan kawan-kawan harus melewati jembatan yang rapuh untuk mencapai sebuah lokasi. Dengan berbahan baku bamboo dan papan-papan yang menyelap-nyelip diantara sisinya, dan bermodalkan “nekat” kami berjalan menyusurinya.. anggaplah itu semua sebagai sebuah fantasi dari sebuah petualangan yang saya cari selama ini J

Dengan rakit-rakit sederhana mereka pulang dari melaut. Tentu saja hasil yang diperoleh tak sebanyak kapal-kapal besar yang biasa menangkap ikan ke tengah laut bebas. Faktanya lagi, infrastruktur yang ada kurang mendukung bagi daerah pesisir.

Inilah kenyataan, perekonomian yang tidak menyeluruh dalam mensejahterakan masyarakat, khususnya bagi masyarakat pesisir. Padahal, untuk membangkitkan perekonomian nasional diperlukan suatu perubahan paradigma pembangunan nasional yang sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia. Jati diri sebagai Bangsa Bahari, jati diri sebagai Negara Kepulauan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar