Powered By Blogger

Kamis, 11 Oktober 2012

Mangrove Ide Baru Sebagai Wirausaha Kelautan



Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang hakiki dan pemenuhan kebutuhan pangan harus dilaksanakan secara adil dan merata berdasarkan kemandirian dan tidak bertentangan dengan keyakinan  masyarakat  seperti  yang  diamanatkan  oleh  UU  No.  7 tahun 1996 tentang Pangan. Upaya pemenuhan kebutuhan pangan harus  terus  dilakukan  mengingat  peran  pangan  sangat strategis, yaitu terkait dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia, ketahanan ekonomi dan ketahanan nasional sehingga ketersediaanya harus dalam jumlah yang cukup, bergizi, seimbang, merata dan terjangkau oleh daya beli masyarakat.

Belum  banyak  pengetahuan  tentang  potensi  dan  manfaat mangrove  sebagai  sumber  pangan. Penelitian  yang  dilakukan Mamoribo  (2003)  pada  masyarakat  kampung  Rayori,  distrik Supriyori Selatan, kabupaten Biak Numfor memberikan informasi bahwa  masyarakat  telah  memanfaatkan  buah  mangrove  untuk dimakan  terutama  jenis  Bruguiera  gymnorrhiza yang  buahnya diolah menjadi kue. Penduduk yang tinggal di daerah pesisir pantai atau sekitar hutan mangrove seperti di Muara Angke Jakarta dan teluk Balikpapan secara tradisional pun ternyata telah mengkonsumsi beberapa jenis buah mangrove sebagai sayuran, seperti Rhizophora mucronata, Acrostichum aureum (Kerakas) dan Sesbania  grandiflora (Turi).  B.  gymnorrhiza atau  biasa  disebut Lindur,  dikonsumsi dengan  cara  mencampurkannya  dengan  nasi sedangkan  buah  A.  alba (Api-api)  dapat  diolah menjadi  keripik. Buah Sonneratia alba (Pedada) diolah menjadi sirup dan permen (Haryono,  2004). Begitu  pula  di  sebagian  wilayah  Timor  Barat, Flores,  Sumba,  Sabu  dan  Alor,  masyarakat menggunakan  buah mangrove  ini  sebagai  pengganti  beras  dan  jagung  pada  waktu  terjadi  krisis pangan  (Fortuna,  2005).  Masyarakat  di  kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, sudah terbiasa mengkonsumsi buah mangrove  dan  kacang  hutan  sebagai  pangan  lokal  pada  waktu tertentu.

Nah salah satu makanan yang dapat dibuat dari tanaman mangrove salah satunya adalah dari buah api-api yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Avicennia alba.




ONDE-ONDE API-API
Bahan
1. 1500 gr buah Api-api.
2. 1000 gr gula merah.
3. 500 gr tepung ketan.
4. 250 gr tepung beras.
5. 2 butir kelapa parut.
6. Garam, kapur sirih, dan air secukupnya.
Peralatan 
Panci, blender, baskom plastik, tirisan, parutan, sendok kayu, 
kompor.
Cara 
1. Blender buah Api-api sampai lembut, setelah itu sisihkan.
2. Masukkan tepung beras, tepung ketan, garam, kapur sirih, 
ke dalam buah Api-api yang telah diblender menjadi 
adonan yang bisa dibulatkan.
3. Adonan dibuat bulatan seperti bola dan diisi gula merah.
4. Masukkan ke dalam air mendidih setelah mengapung 
kemudian angkat dan tiriskan lalu gulingkan di atas 
parutan kelapa.
5. Siap dihidangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar