Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang hakiki dan pemenuhan kebutuhan pangan harus dilaksanakan secara adil dan merata berdasarkan kemandirian dan tidak bertentangan dengan keyakinan masyarakat seperti yang diamanatkan oleh UU No. 7 tahun 1996 tentang Pangan. Upaya pemenuhan kebutuhan pangan harus terus dilakukan mengingat peran pangan sangat strategis, yaitu terkait dengan pengembangan kualitas sumber daya manusia, ketahanan ekonomi dan ketahanan nasional sehingga ketersediaanya harus dalam jumlah yang cukup, bergizi, seimbang, merata dan terjangkau oleh daya beli masyarakat.
Belum banyak pengetahuan tentang potensi dan manfaat mangrove sebagai sumber pangan. Penelitian yang dilakukan Mamoribo (2003) pada masyarakat kampung Rayori, distrik Supriyori Selatan, kabupaten Biak Numfor memberikan informasi bahwa masyarakat telah memanfaatkan buah mangrove untuk dimakan terutama jenis Bruguiera gymnorrhiza yang buahnya diolah menjadi kue. Penduduk yang tinggal di daerah pesisir pantai atau sekitar hutan mangrove seperti di Muara Angke Jakarta dan teluk Balikpapan secara tradisional pun ternyata telah mengkonsumsi beberapa jenis buah mangrove sebagai sayuran, seperti Rhizophora mucronata, Acrostichum aureum (Kerakas) dan Sesbania grandiflora (Turi). B. gymnorrhiza atau biasa disebut Lindur, dikonsumsi dengan cara mencampurkannya dengan nasi sedangkan buah A. alba (Api-api) dapat diolah menjadi keripik. Buah Sonneratia alba (Pedada) diolah menjadi sirup dan permen (Haryono, 2004). Begitu pula di sebagian wilayah Timor Barat, Flores, Sumba, Sabu dan Alor, masyarakat menggunakan buah mangrove ini sebagai pengganti beras dan jagung pada waktu terjadi krisis pangan (Fortuna, 2005). Masyarakat di kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, sudah terbiasa mengkonsumsi buah mangrove dan kacang hutan sebagai pangan lokal pada waktu tertentu.
Nah salah satu makanan yang dapat dibuat dari tanaman mangrove salah satunya adalah dari buah api-api yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Avicennia alba.
ONDE-ONDE API-API
Bahan
1. 1500 gr buah Api-api.
2. 1000 gr gula merah.
3. 500 gr tepung ketan.
4. 250 gr tepung beras.
5. 2 butir kelapa parut.
6. Garam, kapur sirih, dan air secukupnya.
Peralatan
Panci, blender, baskom plastik, tirisan, parutan, sendok kayu,
kompor.
Cara
1. Blender buah Api-api sampai lembut, setelah itu sisihkan.
2. Masukkan tepung beras, tepung ketan, garam, kapur sirih,
ke dalam buah Api-api yang telah diblender menjadi
adonan yang bisa dibulatkan.
3. Adonan dibuat bulatan seperti bola dan diisi gula merah.
4. Masukkan ke dalam air mendidih setelah mengapung
kemudian angkat dan tiriskan lalu gulingkan di atas
parutan kelapa.
5. Siap dihidangkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar